Proses berpikir semu (pseudo) siswa MTs NW Karang Bata dalam menyelesaikan soal cerita bangun ruang kubus dan balok

Santoso, Imam Agus (2017) Proses berpikir semu (pseudo) siswa MTs NW Karang Bata dalam menyelesaikan soal cerita bangun ruang kubus dan balok. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Mataram.

[img]
Preview
Text
Imam Agus Santoso151134136 .pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB) | Preview

Abstract

INDONESIA Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui bagaimana proses berpikir semu (pseudo) siswa berkeampuan rendah dalam menyelesaiakan bangun ruang kubus dan balok. (2)Untuk mengetahui bagaimana proses berpikir semu (pseudo) siswa berkeampuan sedang dalam menyelesaiakan bangun ruang kubus dan balok. (3) Untuk mengetahui bagaimana proses berpikir semu (pseudo) siswa berkemampuan tinggi dalam menyelesaikan bangun ruang kubus dan balok. Ruang lingkup dalam penelitian ini menjelaskan tentang bagaimana proses berpikir pseudo benar dan berpikir pseudo salah dalam menyelesaikan soal cerita bangun ruang kubus dan balok. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subyek dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Subyek pada penelitian ini adalah lima orang siswa kelas VIII A MTsNW Karang Bata yang terdiri dari 2 orang siswa berkemampuan rendah, 1 orang siswa berkemampuan sedang, dan 2 orang siswa berkemampuan tinggi. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik tes dan wawancara, soalyang diberikan berupa soal ceritadengan materi kubus dan balok. Teknik analisis data yang digunakanadalah menggunakan konsep milles dan haburman, Yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Pengecekkan keabsahan data yang digunakan pada penelitian ini adalah perpanjangan pengamatan, triangulasi, dan menggunakan bahan refrensi. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Proses Berpikir Siswa Berkemampuan Rendah. a) Kesalahan dalam memahami masalah, yaitu siswa kurang mampu memahami masalah dengan cermat. b) Ketidaklengkapan substruktur dalam merencanakan strategi, yaitu perencanaan strategi siswa dalam menjawab soal kurang lengkap. (2) Proses Berpikir Siswa Berkemampuan sedang. a) Kesalahan dalam memahami masalah, yaitu kurang mampu memahami soal dan jawabannya sendiri dengan baik. b) Ketidaklengkapan substruktur dalam merencanakan strategi, yaitu perencanaan yang dilakukan tidak utuh, terutama dalam mengidentifikasi sub-sub yang ditanyakan, diketahui, dan mencari formula yang tepat. (3) Proses Berpikir Siswa Berkemampuan tinggi. a) Kesalahan dalam memahami masalah, yaitu mampu menyelesaikan soal sesuai perencanaan akan tetapi tidak dapat menjelaskan hasil yang diperoleh. b) perencanaan yang dilakukan sudah tepat hanya saja dalam perencanaan strategi penalaran langsung yang digunakan membuat kontrol yang dilakukan lemah sehingga menghasilkan jawaban yang salah.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Berpikir Semu; Metode Belajar; Berpikir Pseudo
Subjects: 13 EDUCATION > 1302 Curriculum and Pedagogy > 130208 Mathematics and Numeracy Curriculum and Pedagogy
17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES > 1701 Psychology > 170103 Educational Psychology
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Yunita Lestari S.Adm
Date Deposited: 16 May 2018 06:00
Last Modified: 16 May 2018 06:00
URI: http://etheses.uinmataram.ac.id/id/eprint/654

Actions (login required)

View Item View Item