Kumaramdhani, Indah Dwi (2020) Analisis fiqh muamalah terhadap jual beli buah tomat dengan sitem borong di Desa Sembalun Bumbung Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur. Undergraduate thesis, UIN Mataram.

[img] Text
Indah Dwi Kumaramdhani 160201064.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

INDONESIA Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kegelisahan akademis peneliti mengenai aktifitas jual beli secara borongan masyarakat Desa Sembalun Bumbung yang uniknya memberikan hak perawatannya kepada pemborong setelah berakad yang dilakukan sebelum masa panennya, pemanenannya dilakukan berkali-kali dalam kurun waktu beberapa bulan. Kegelisahan akademis peneliti didasarkan pada kecenderungan adanya ketidakjelasan (gharar) pada buah yang diperjualbelikan yakni buah tomat yang dipindah kelolakan kepada pemborong sampai tumbuhan tomat tidak berbuah lagi. Sistem pemanenannya yang dilakukan beberapa kali itu berdampak pada adanya peluang hama, cuaca dan harga yang dapat merugikan petani dan pemborong dalam praktik jual beli borong tersebut. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian kualitatif dengan pendekatan normative sosiologis. Metode pengumpulan data yang digunkanan adalah observasi, wawancara dan library research, sedangkan metode analisis yang digunakan adalah data reduction, data display, conclution drawing. Hasil penelitian menunjukkan (1) jual beli buah tomat dengan system borong yang dilakukan petani dan pemborong Desa Sembalun Bumbung merupakan kebiasaan masyarakat Sembalun Bumbung yang didorong oleh keinginan jual beli yang praktis, ekonomis dan cepat yang akadnya dua hari atau seminggu sebelum panen dengan penyerahan hak perawatan yang tidak ditentukan batasnya dan pemanenan yang dilakukan sedikitnya tujuh kali. (2) Hukum fiqh muamalah memandang praktik jual beli buah tomat dengan sistem borong di Desa Sembalun Bumbung, terutama dalam hal pemanenannya yang tidak dilakukan sekaligus dikarenakan masih terdapat tomat yang belum dapat dipanen yang kemudian menjadikan kualitas dan kuantitas buah tomat yang akan dipetik berikutnya belum jelas karena faktor alam dan harga dipasaran dan lainnya adalah mengandung unsur gharar. Namun jual beli tomat dengan sistem borong tanpa takaran tersebut dapat diartikan sama seperti pendapat Ibnu Qayyim dan al-Qarafi mengenai ketidakjelasan isi air mineral dalam galon, yang termasuk gharar ringan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: hukum muamalah; jual beli; sistem borongan
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180127 Mu'amalah (Islamic Commercial & Contract Law) > 18012701 al-Bai’ (incl. al-Khiyar)
18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180127 Mu'amalah (Islamic Commercial & Contract Law) > 18012702 al-Salam & al-Istishna’
18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180127 Mu'amalah (Islamic Commercial & Contract Law) > 18012799 Mu'amalah (Islamic Commercial & Contract Law) not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Yunita Lestari S.Adm, M.Sos
Date Deposited: 05 Oct 2021 02:45
Last Modified: 05 Oct 2021 02:45
URI: http://etheses.uinmataram.ac.id/id/eprint/1442

Actions (login required)

View Item View Item